Revert to Manhaj-Salaf

Revert to Manhaj-Salaf (@muslimahsalafyy)

Bio:I turn my creativity into dakwah In love w/ evening 🌇 Cat lovers😻 . My post, my reminders🌺

27 posts      1766 followings      6901 followers      11 tags

Stories

Highlights

Apakah kamu merasa "berbeda"? Saat masih begitu banyak yang hidup pada hal-hal yang "permukaan"; memikirkan pendapat orang lain, mencari nama baik, berlomba-lomba mengumpulkan harta, sibuk memoles riasan, sibuk tampil keren di mediasosial, mengikuti tren, mengumpulkan pengikut dsb. Sementara kamu berbeda, uang bagimu bukanlah tujuan dan orientasi, bekerja bagimu adalah untuk kebahagiaan dan aktualisasi, berkarya tanpa khawatir dengan kemapanan, berdaya tanpa khawatir dengan usia yang bergerak sementara kamu masih "sendiri", melihat dengan sudut pandang yang berbeda dari yang umum. Kamu terlihat berbeda dan kamu merasa bahwa kamu memang berbeda. Kamu lelah jika hidup hanya dipermukaan, dipenuhi basa-basi dan manipulasi.  Lelah jika tampil hanya untuk menyenangkan orang lain. Lelah jika bekerja hanya untuk uang. Lelah jika hanya berkarya untuk pengakuan. Kamu, tidak sendirian :).
.
🔄Kurniawan G.

Apakah kamu merasa "berbeda"? Saat masih begitu banyak yang hidup pada hal-hal yang "permukaan"; memikirkan pendapat orang lain, mencari nama baik, berlomba-lomba mengumpulkan harta, sibuk memoles riasan, sibuk tampil keren di mediasosial, mengikuti tren, mengumpulkan pengikut dsb. Sementara kamu berbeda, uang bagimu bukanlah tujuan dan orientasi, bekerja bagimu adalah untuk kebahagiaan dan aktualisasi, berkarya tanpa khawatir dengan kemapanan, berdaya tanpa khawatir dengan usia yang bergerak sementara kamu masih "sendiri", melihat dengan sudut pandang yang berbeda dari yang umum. Kamu terlihat berbeda dan kamu merasa bahwa kamu memang berbeda. Kamu lelah jika hidup hanya dipermukaan, dipenuhi basa-basi dan manipulasi. Lelah jika tampil hanya untuk menyenangkan orang lain. Lelah jika bekerja hanya untuk uang. Lelah jika hanya berkarya untuk pengakuan. Kamu, tidak sendirian :). . 🔄Kurniawan G.

"Akhlakku Tidak Sebaik Tulisanku"

Hanya ingin berbagi apa itu salah?
Baiklah jika memang akhlak belum sempurna..
Rasulullah ataupun sebaik sahabat Rasul , apakah ada larangan berbagi kebaikan walau hanya sekedar tulisan? .
Jika memang dalam tulisan ada kebaikan, ambilah walau itu pahit

jika ada kesalahan ataupun kekurangan koreksilah, tak perlu diikuti kesalahannya

Sering membagikan ilmu agama bukan berarti merasa paling suci , namun hanya mengharap ridho dan pahala dariNya

Adapula yang terkandung dalam hadits dibawah ini :
"Barang siapa yang menunjukkan pada sebuah kebaikan, maka baginya seperti pahala pelakunya."
(HR. Muslim)

Pernah terbesit dalam hati, "diri sendiri masih penuh dosa, apakah pantas menulis seperti ini?" Namun teringat perkataan Ulama "kalau menunggu suci tanpa ada dosa sama sekali, maka tidak akan ada yang berdakwah".
.
.
- Sarah Devira

"Akhlakku Tidak Sebaik Tulisanku" Hanya ingin berbagi apa itu salah? Baiklah jika memang akhlak belum sempurna.. Rasulullah ataupun sebaik sahabat Rasul , apakah ada larangan berbagi kebaikan walau hanya sekedar tulisan? . Jika memang dalam tulisan ada kebaikan, ambilah walau itu pahit jika ada kesalahan ataupun kekurangan koreksilah, tak perlu diikuti kesalahannya Sering membagikan ilmu agama bukan berarti merasa paling suci , namun hanya mengharap ridho dan pahala dariNya Adapula yang terkandung dalam hadits dibawah ini : "Barang siapa yang menunjukkan pada sebuah kebaikan, maka baginya seperti pahala pelakunya." (HR. Muslim) Pernah terbesit dalam hati, "diri sendiri masih penuh dosa, apakah pantas menulis seperti ini?" Namun teringat perkataan Ulama "kalau menunggu suci tanpa ada dosa sama sekali, maka tidak akan ada yang berdakwah". . . - Sarah Devira

Aku pernah belajar banyak hal dari pertemuan kita yang panjang, perjuangan kita yang juga panjang, tapi berakhir di persimpangan. Kemudian kita meniti jalan yang berbeda. Jalan yang akhirnya kita pilih, meski baru selangkah. Sama sekali tidak ada pilihan untuk memutar balik. Sebab, kita tidak akan mampu menanggung risikonya.

Kesabaran yang seharusnya tidak berbatas, menjadi berbatas karena keadaan. Bukan karena kita yang tidak bisa menjaganya. Melainkan, kita yang dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Antara memilih keinginan kita atau keinginan mereka. Akhirnya kita menyadari, kalau sabar itu tidak hanya bicara tentang apa yang kita perjuangkan, tapi juga tentang apa yang harus kita korbankan.

Kini kita harus bersabar pada pengorbanan kita. Sebab, kita sama-sama percaya bahwa ke depan, pilihan-pilihan ini akan berakhir baik. Sebagaimana kita percaya bahwa dengan siapapun kita memilih teman diperjalanan, sepanjang ia adalah orang baik. Maka, jangan ada kekhawatiran. (Kurniawan G.)

Aku pernah belajar banyak hal dari pertemuan kita yang panjang, perjuangan kita yang juga panjang, tapi berakhir di persimpangan. Kemudian kita meniti jalan yang berbeda. Jalan yang akhirnya kita pilih, meski baru selangkah. Sama sekali tidak ada pilihan untuk memutar balik. Sebab, kita tidak akan mampu menanggung risikonya. Kesabaran yang seharusnya tidak berbatas, menjadi berbatas karena keadaan. Bukan karena kita yang tidak bisa menjaganya. Melainkan, kita yang dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Antara memilih keinginan kita atau keinginan mereka. Akhirnya kita menyadari, kalau sabar itu tidak hanya bicara tentang apa yang kita perjuangkan, tapi juga tentang apa yang harus kita korbankan. Kini kita harus bersabar pada pengorbanan kita. Sebab, kita sama-sama percaya bahwa ke depan, pilihan-pilihan ini akan berakhir baik. Sebagaimana kita percaya bahwa dengan siapapun kita memilih teman diperjalanan, sepanjang ia adalah orang baik. Maka, jangan ada kekhawatiran. (Kurniawan G.)

Menyendiri itu perlu,
Agar kamu bisa lebih dekat dengan Allah. 
Menyendiri itu perlu,
agar kamu lebih sering berduaan dengan Sang Penciptamu. 
Menyendiri itu perlu, 
agar kamu sejenak terlepas dari hiruk-pikuk dunia ini🍃
Kamu perlu lari dari keramaian yang selama ini memeluk erat tubuhmu. 
Kamu perlu lari dari keramaian, 
agar kamu bisa berkompromi dengan dirimu sendiri. 
Kamu perlu lari dari keramaian, 
agar kamu menemukan ketentraman hati yang selama ini kau cari. 
Kamu perlu lari dari keramaian,
agar kamu bisa lebih sering bermuhasabah tentang dirimu sendiri🍃
.
.
.
📝: ummu arisha almaqhvira fikri

Menyendiri itu perlu, Agar kamu bisa lebih dekat dengan Allah. Menyendiri itu perlu, agar kamu lebih sering berduaan dengan Sang Penciptamu. Menyendiri itu perlu, agar kamu sejenak terlepas dari hiruk-pikuk dunia ini🍃 Kamu perlu lari dari keramaian yang selama ini memeluk erat tubuhmu. Kamu perlu lari dari keramaian, agar kamu bisa berkompromi dengan dirimu sendiri. Kamu perlu lari dari keramaian, agar kamu menemukan ketentraman hati yang selama ini kau cari. Kamu perlu lari dari keramaian, agar kamu bisa lebih sering bermuhasabah tentang dirimu sendiri🍃 . . . 📝: ummu arisha almaqhvira fikri

Dua perkara yang dibenci anak Adam... Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

اثنتان يكرههما ابن آدم: يكره الموت والموت خير للمؤمن من الفتنة ويكره قلة المال وقلة المال أقل للحساب

Dua perkara yang dibenci anak Adam (1) ia benci kematian padahal kematian labih baik bagi seorang mukmin daripada fitnah dan (2) dia benci sedikitnya harta padahal sedikitnya harta lebih sedikit hisabnya (HR Ahmad dan dihasankan oleh Al-Albani dalam as-Shahihah no 813) 
Sungguh benar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diatas, memang banyak diantara kita yang: (1) lebih suka hidup lebih lama meski ia tahu fitnah begitu banyak menggoda dan mengujinya.
(2) lebih suka memiliki harta yang banyak meski ia tahu bahwa konsekuensinya hisabnya akan lebih panjang.

Semoga Allah menjauhkan kita dari fitnah dan memudahkan hisab kita.

Ustādz DR. Firanda Andirja, MA hafidzahullāh 
https://t.me/kajiansalaf_id

Dua perkara yang dibenci anak Adam... Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : اثنتان يكرههما ابن آدم: يكره الموت والموت خير للمؤمن من الفتنة ويكره قلة المال وقلة المال أقل للحساب Dua perkara yang dibenci anak Adam (1) ia benci kematian padahal kematian labih baik bagi seorang mukmin daripada fitnah dan (2) dia benci sedikitnya harta padahal sedikitnya harta lebih sedikit hisabnya (HR Ahmad dan dihasankan oleh Al-Albani dalam as-Shahihah no 813) Sungguh benar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diatas, memang banyak diantara kita yang: (1) lebih suka hidup lebih lama meski ia tahu fitnah begitu banyak menggoda dan mengujinya. (2) lebih suka memiliki harta yang banyak meski ia tahu bahwa konsekuensinya hisabnya akan lebih panjang. Semoga Allah menjauhkan kita dari fitnah dan memudahkan hisab kita. Ustādz DR. Firanda Andirja, MA hafidzahullāh https://t.me/kajiansalaf_id

“Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah maka peganglah erat-erat, jangan pernah kau lepaskan. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.”
– Imam Syafi’i-

Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang dahulu selalu berjuang bersama mereka di dunia, mereka pun bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah, “Yaa Rabb, kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami"

Maka Allah berfirman :
“Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah.” Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis,
“Jika kalian tidak menemukan aku nanti di surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku, ‘Wahai Rabb kami, hambaMu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, aka masukkanlah dia bersama kami di surgaMu."
.
.
“Perbanyaklah sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki syafa’at pada hari kiamat” 
Al-Hasan Al-Bashri
.
.
🔁: @suciekaftrhy

“Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah maka peganglah erat-erat, jangan pernah kau lepaskan. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.” – Imam Syafi’i- Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang dahulu selalu berjuang bersama mereka di dunia, mereka pun bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah, “Yaa Rabb, kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami" Maka Allah berfirman : “Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah.” Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis, “Jika kalian tidak menemukan aku nanti di surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku, ‘Wahai Rabb kami, hambaMu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, aka masukkanlah dia bersama kami di surgaMu." . . “Perbanyaklah sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki syafa’at pada hari kiamat” Al-Hasan Al-Bashri . . 🔁: @suciekaftrhy

Hijrahlah karena Dia bukan karena dia ▶ 🌸

Hijrah bukan hanya sebatas kau mengulurkan hijabmu hingga menutupi dada, membalut tubuhmu dengan gamis longgar, kamu jaga pandanganmu terhadap lawan jenis. Hijrah bukan hanya tentang itu saja. Makna hijrah sesungguhnya jelas lebih dari itu, wahai perempuan calon penghuni surga-Nya Allah. (InshaAllah) 
Harus ada keikhlasan dan pengorbanan didalamnya
.
🌸
Jangan berkecil hati melihat teman-temanmu secara bebas memposting wajah cantik dengan dandanan elegan dan gaya style kekinian tanpa mementingkan syariat
Jangan bersedih hati bila temanmu memposting foto mesra mereka dengan pacarnya tanpa ikatan halal
.
🌸
Jangan masih membuka sisa-sisa lembaran “percakapan penuh dosa” antara kamu dan dia. Lalu dengan tidak sengaja sebuah lengkungan manis tersungging di wajahmu.
Ada lembaran kitab suci yang harus kamu buka dan kamu pahami agar hidayah yang Allah berikan tak pergi
.
🌸
Bangunlah benteng setinggi asa agar fokus pada tujuan awalmu memperbaiki diri, menjadi hamba yang baik dimata Illahi
.
🌸
Jangan jadikan dia alasan hijrahmu. Tak sadarkah kau bahwa yang menginginkan kau berhijrah adalah Dia (Allah) bukan dia. 
Jangan jadikan hijrahmu, memperbaiki diri, menjaga lisan dan pandangan, memperdalam ilmu agama, hingga mencari pembenaran atas segala hal yang sebenarnya kau lakukan demi mendapatkan pasangan yang ‘setara’. Kemana lagi makna hijrahmu jika proses tersebut kamu lakukan hanya demi mencuri hati seseorang yang kau dambakan
.
🌸
Jadikanlah hijrahmu semata-mata lillah karena Allah,
Jika niat awalnya salah maka luruskanlah. Kembalikan semua niat mu lillah karena Allah. Alangkah indahnya apabila hijrah yang kau perjuangkan ini kau muarakan pada satu tujuan mulia. 
Tuk menggapai cinta-Nya Allah. 
Semata untuk menggapai ridho Allah
Semoga Istiqomah kau raih 📝

Hijrahlah karena Dia bukan karena dia ▶ 🌸 Hijrah bukan hanya sebatas kau mengulurkan hijabmu hingga menutupi dada, membalut tubuhmu dengan gamis longgar, kamu jaga pandanganmu terhadap lawan jenis. Hijrah bukan hanya tentang itu saja. Makna hijrah sesungguhnya jelas lebih dari itu, wahai perempuan calon penghuni surga-Nya Allah. (InshaAllah) Harus ada keikhlasan dan pengorbanan didalamnya . 🌸 Jangan berkecil hati melihat teman-temanmu secara bebas memposting wajah cantik dengan dandanan elegan dan gaya style kekinian tanpa mementingkan syariat Jangan bersedih hati bila temanmu memposting foto mesra mereka dengan pacarnya tanpa ikatan halal . 🌸 Jangan masih membuka sisa-sisa lembaran “percakapan penuh dosa” antara kamu dan dia. Lalu dengan tidak sengaja sebuah lengkungan manis tersungging di wajahmu. Ada lembaran kitab suci yang harus kamu buka dan kamu pahami agar hidayah yang Allah berikan tak pergi . 🌸 Bangunlah benteng setinggi asa agar fokus pada tujuan awalmu memperbaiki diri, menjadi hamba yang baik dimata Illahi . 🌸 Jangan jadikan dia alasan hijrahmu. Tak sadarkah kau bahwa yang menginginkan kau berhijrah adalah Dia (Allah) bukan dia. Jangan jadikan hijrahmu, memperbaiki diri, menjaga lisan dan pandangan, memperdalam ilmu agama, hingga mencari pembenaran atas segala hal yang sebenarnya kau lakukan demi mendapatkan pasangan yang ‘setara’. Kemana lagi makna hijrahmu jika proses tersebut kamu lakukan hanya demi mencuri hati seseorang yang kau dambakan . 🌸 Jadikanlah hijrahmu semata-mata lillah karena Allah, Jika niat awalnya salah maka luruskanlah. Kembalikan semua niat mu lillah karena Allah. Alangkah indahnya apabila hijrah yang kau perjuangkan ini kau muarakan pada satu tujuan mulia. Tuk menggapai cinta-Nya Allah. Semata untuk menggapai ridho Allah Semoga Istiqomah kau raih 📝

©Insmeta | Best Instagram online viewer
This site uses the Instagram API but is not endorsed or certified by Instagram. All Instagram™ logos and trademarks displayed on this applicatioin are property of Instagram.